CEL.XXIII.02.439

Nothing’s impossible, Impossible’s nothing

Entry & Holding Procedure

Posted by Ardy Prasetyo on October 18, 2008

Holding, dalam dunia penerbangan berarti menunda approach. Penundaan ini bisa terjadi karena beberapa hal, seperti misalnya cuaca, emergency, ataupun juga dikarenakan bandara ditutup karena satu dan lain hal. Selain itu holding bisa juga terjadi karena pengaturan traffic yang padat di satu aerodrome.

Dalam penerbangan IFR, penting sekali bagi kita untuk mengerti apa dan bagaimana holding ini dilakukan, termasuk juga bagaimana memasuki suatu holding area atau yang disebut dengan entry holding. Ada 3 procedure entry yang berlaku di dunia penerbangan, yaitu teardrop entry, parallel entry dan juga direct entry. Selain procedure memasuki holding area, ada juga procedure holding yang dibagi menjadi 2 yaitu Standard Holding (right hand pattern) dan Non-standard holding (left hand pattern).

Ini adalah bagian-bagian dari holding area.

standard holding (belok kanan)

ENTRY HOLDING

Pertama-tama saya akan membahas satu-persatu mengenai holding ini dimulai dari procedure entry holding (memasuki holding).

Penting : Dalam melakukan entry holding, sangat penting untuk mengetahui OUTBOUND HOLDING TRACK. Outbound holding track ini akan menjadi acuan kita dalam melakukan entry holding procedure.

Teardrop Entry

Teardrop entry adalah procedure memasuki holding area dengan cara seperti membuat air mata (teardrop). Cara ini kita pakai apabila kita memasuki daerah holding dari arah yang berlawanan dengan holding procedure itu sendiri.

Garis hijau adalah cara kita memasuki holding area ini, dan garis biru adalah holding procedure seperti yang terdapat pada chart. Titik merah adalah titik holding fix kita.

Setelah kita overhead holding fix kita belok ke satu radial tertentu dengan rumus :

Outbound holding track – 30 degrees –> standard holding (right hand pattern)
atau

Outbound holding track + 30 degrees –> non-standard holding (left hand pattern)

Setelah kita belok ke heading tersebut, kita timing selama 60 detik dan lalu kita kanan (untuk standard holding) atau kiri (untuk non standard holding)  untuk memasuki holding area.

Parallel Entry

Cara ini kita pakai apabila kita memasuki holding area dari arah yang juga berlawanan,  tetapi dari arah yang berbeda dengan teardrop entry. Kita membuat garis parallel dengan inbound holding.

Setelah overhead holding fix, kita belok searah dengan outbound heading, timing 60 detik dan lalu belok kiri (untuk standard holding) atau kanan (untuk non-standard holding) menuju ke holding fix untuk memasuki holding tersebut.

Direct Entry

Direct entry berarti memasuki area holding secara langsung. Dengan prosedur ini, kita bisa langsung mengikuti holding procedure tanpa harus berbelok ke arah/radial tertentu terlebih dahulu.

Kita bisa langsung terbang menuju holding fix, dan setelah berada di holding fix kita bisa langsung terbang menuju outbound holding untuk mengikuti holding procedure. Hal ini bisa langsung dilakukan baik untuk standard holding (right hand pattern) ataupun untuk non-standard holding (left hand pattern).

HOLDING PROCEDURE

Setelah kita mengetahui bagaimana melakukan entry holding, kita bisa melakukan holding. Pada dasarnya holding dilakukan sesuai dengan apa yang tertera di dalam chart, apakah belok kiri/kanan, berapa outbound holding dan inbound holding nya, serta berapa ketinggian minimum holding /Minimum Holding Altitude (MHA). Kita tidak boleh terbang lebih rendah dari MHA ini, karena akan sangat berbahaya bagi penerbangan kita.

Contoh holding :

VOR/DME APP runway 09 WADD

Dari chart ini kita bisa memperoleh informasi² yang dibutuhkan, yaitu :

– Holding fix = KUTA
– Inbound holding = 091°
– Outbound holding = 271°
– MHA = 3000 feet

Informasi² inilah yang akan kita butuhkan untuk melakukan holding seandainya holding tersebut memang dibutuhkan.

Holding Speed

ICAO

Altitude
Speed
Timing
0- 6000 feet
210 kts IAS
1 menit
6000 – 14.000 feet
220 kts IAS
1 menit
14.000 – 20.000 feet
240 kts IAS
1½ menit
20.000 – 34.000 feet
265 kts IAS
1½ menit

FAA

Altitude

Speed

Timing

0 – 6000 feet

200 kts IAS

1 menit

6000 – 14.000 feet

230 kts IAS

1 menit

14.000 – keatas

265 kts IAS

1½ menit
Sumber : http://www.indoflyer.net

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: