CEL.XXIII.02.439

Nothing’s impossible, Impossible’s nothing

Penghitungan Menggunakan Spread Sheet

Posted by Ardy Prasetyo on March 29, 2008

Penghitungan data survey gua menggunakan software spread sheet (misalnya MS-Excel).

Tutorial Leker Old SG
(Lembar Kerja Olah Data Survai Gua)

Leker OLD SG bisa di download disini

Karena file ini dibuat dalam MS-Excel, maka bagi yang terbiasa menggunakan MS-Excel, anda akan dapat bekerja dengan mudah dan cepat. Apalagi jika sudah mahir menggunakan shortcut dan tahu trik-triknya.

KEUNTUNGAN
Keuntungan menggunakan file pengolah data ini adalah :

1. Tentu saja, akan jauh lebih cepat daripada jika menggunakan kalkulator!

2. Dinding kiri dan kanan dapat dihitung dalam proses data sehingga diketahui koordinatnya secara analitis. Biasanya, dalam penggambaran peta secara manual, dinding kiri dan kanan di-plot secara grafis dengan menggunakan azimuth dan jarak dinding.

3. Biasanya sudut ke dinding kiri atau kanan dikira-kira separoh dari sudut dalam/ sudut luarnya secara grafis. Menggunakan file olah data ini, azimuth terhadap dinding kiri dan kanan dapat diketahui secara analitis. Freeware Walls, mengasumsikan bahwa sudut dinding kiri dan dinding kanannya tegak lurus terhadap garis survai di stasiun survai. Baik stasiun asal atau stasiun target. Hal ini kurang sesuai dengan kenyataan atau kebiasaan yang sering dilakukan oleh surveyor gua. Sedangkan freeware Survex sejak tulisan ini dibuat, malah belum dapat membuat dinding kiri dan kanan lorong. Azimuth dinding kiri dan kanan hasil penghitungan menggunakan Leker OLD SG ini dapat menghasilkan koordinat dinding. Sehingga dapat dipergunakan dalam Walls atau Survex sebagai stasiun baru, maka freeware-2 tersebut akan menghasilkan stasiun dinding kiri dan kanan yang lebih realistis. Hal ini akan sangat berguna dalam artwork menggunakan Adobe Illustrator, saat me-make up peta agar siap saji.

1.LEMBAR KERJA (WORK SHEET)

Pertama-tama simpanlah dahulu file Olah Data yang anda buka dengan menggunakan nama gua. Dengan begitu untuk selanjutnya semua yang anda lakukan terhadap lembar kerja
tidak akan mempengaruhi lembar kerja aslinya. Sehingga anda dapat menggunakannya lagi nanti untuk gua-gua yang lain.

Caranya:
klik File-Save As ke nama file lain

Lalu akan muncul dialog box berikut ini

Berilah nama file-nya dengan Nama Gua dan Tanggal/ Bulan pelaksanaan Survai, sehingga
akan memudahkan dalam manajemen data apabila survai saat itu belum selesai dilakukan dan akan dilakukan lagi dimana ada kesempatan.

2. MASUKAN DATA

Tabel pengolahan data ini menggunakan urutan masukan data mentah yang umumnya dipergunakan oleh surveyor gua yaitu jarak, kompas, klino. Atau dikenal dengan Distance-Azimuth-Vertical (DAV) Jika anda memiliki format urutan data yang berbeda, terpaksa anda memodifikasi urutan kolomnya. Tapi hati-hati dengan perubahan yang anda lakukan, mungkin dapat pula menyebabkan berubahnya rumus yang ada di sel perhitungan. Saya sarankan agar anda mengikuti saja urutan data seperti dalam format umum itu. Format urutan ini sudah umum sekali.

Masukan Data Mulut Gua
Pertama kali, masukkanlah data-data mulut guanya.

2.1.1.Nama Gua
Tulislah Nama Gua di sel C1.
Pergunakan nama gua sebagaimana yang dipergunakan oleh warga setempat. Jangan membuat sendiri nama untuk sebuah gua. Jika tidak memiliki nama, pergunakan nama bukit, nama sungai yang mengaliri, nama hutan letak mulut gua tersebut, nama pohon yang istimewa yang terdapat dimulut gua. (Luweng Pace), atau nama dusun terdekat dan arahnya. Misalkan Gua Utara Dsn. Temon.
Karena penamaan yang tidak berdasar pada geografis setempat, akan menyulitkan pencapaian mulut gua itu oleh orang lain yang mungkin membaca laporan atau peta anda.

2.1.2. Lokasi
Tulislah Lokasi mulut gua di sel C2.
Tulislah selengkap mungkin mulai dari Dusun hingga Kabupatennya.

2.1.3. Tanggal Survai
Tulislah tanggal pelaksanaan survai di sel D2.

2.1.4Pembidik
Tulis nama pembidik kompas dan clino di sel H1.

2.1.5. Pencatat
Tulis nama pencatat lembar survai di sel H2.

2.1.6. Skala
Anda tinggal menulis angka perbandingan skala sesuai yang anda inginkan di sel AA1. Setiap saat anda bisa merubahnya untuk membandingkan koordinat yang ada sesuai dengan lembar kertas yang tersedia.
Sebaiknya anda menetapkan skala ini sesudah semua data diproses, dengan tujuan anda sudah mendapatkan gambaran perbandingan antara koordinat yang dibutuhkan dan luas kertas yang tersedia.
Dalam contoh ini kita bergunakan 1 : 200.

2.1.7.Deklinasi
Tulis deklinasi (jika diketahui) saat survai dilaksanakan di sel Z2. Saat ini mudah mengetahui deklinasi setempat berdasar waktu. Dari GPS atau dari kalkulator geografi.
Software Walls menyediakan kalkulator geografi ini. Jika dalam peta anda masukkan tanggalnya, maka orang lain yang memiliki kalkulator geografi dapat mengetahui deklinasi pada saat survey yang anda lakukan.

2.1.8. Pemroses Data
Sebagai penanggung jawab dalam pemrosesan data, tulis namanya di sel AC2.

2.2. Masukan Nama Stasiun
Untuk masukan nama stasiun, ada cara mudah agar tidak perlu mengetikkan satu persatu tiap nama stasiun.

Masukkan nama stasiun paling tidak dua baris (row). Blok-lah kedua sel (dalam contoh adalah sel A7 dan A8). (Gambar 1).

Lalu tempatkan kursor ke sudut kanan bawah dari blok tersebut sampai kursor berubah bentuk menjadi tanda + berwarna hitam. Klik kiri lalu drag (tarik) ke bawah. Selagi anda drag, maka di bawah kursor muncul teks yang memberitahu anda nama stasiun yang sudah anda capai saat itu. (Gambar 2). Lepaskan klik jika anda rasa sudah cukup. Maka hasilnya akan seperti di Gambar 3.

2.3. Jarak Miring
Masukkan hingga minimal dua digit di belakang koma! Tapi tentu saja tergantung cara
pengambilan data dilapangan.
Pergunakan tanda titik sebagai ganti koma!!!

2.4. Azimuth (Kompas)
Masukkan data kompas ke kolom D

2.5.Sudut Vertical (Clino)
Masukkan data clino ke kolom EJangan lupa memasukkan tanda negatif dan positif sesuai dengan data yang diambil di lapangan!

2.6. Tinggi Stasiun
Masukkan data tinggi stasiun di kolom F

Jika anda terbiasa menggunakan inisial B untuk Berdiri dan D untuk Duduk sebagai tinggi stasiun, maka gantilah simbol itu dengan ukuran dalam meter, setinggi mata pembidik yang sedang mengenakan sepatu yang sama dengan sepatu saat melakukan survai.

2.7. Tinggi Atap
Masukkan data tinggi atap di kolom G.

2.8. Jarak Dinding (Kiri dan Kanan)

Jarak dinding yang diambil dilapangan, seharusnya adalah kira-kira separuh dari sudut yang dibentuk antara azimuth asal dan azimuth target. Karena olah data ini menggunakan sudut bagi untuk menentukan koordinat dinding kiri dan kanan.

3. PENGOLAHAN DATA
Pengolahan data menjadi dua bagian. Yaitu hasil yang berupa koordinat untuk penggambaran peta tampak atas (koordinat peta plan section), dan koordinat untuk penggambaran peta tampak samping yang direntang (koordinat peta extended section).

3.1. Proses pengolahan data standar
Yang perlu anda kerjakan adalah meng-copy satu baris teratas di bagian pengolahan data ini, dan mem-paste keseluruh baris yang sudah terisi data mentahnya
Copy Baris Teratas

Paste Ke Seluruh baris yang berisi data mentah

3.2.Perubahan Pada Percabangan dan Poligon
Tapi anda harus melakukan sebuah perubahan jika ada percabangan atau poligon. Untuk perhitungan poligon.
Lihat pada contoh.
Perhatikan pada sel-sel N11 dan N20. Antar sel tersebut menunjukkan adanya hubungan yang identik. (Catatan: Kolom C hingga L disembunyikan dulu)
Percabangan terdapat di stasiun 5. Maka koordinat Cab1 dihitung dari stasiun 5. padahal stastiun 5 diperoleh dari staiun 4 ke 5, baris nomor 11.

Maka sel diatas baris data stasiun 5 ke Cab1, harus diisi data-data dari stasiun 5. Data-data yang dimaksud adalah x (kolom N), y (kolom O), jarak datar dari stasiun O (0,0) (kolom AC), elevasi instrumen (kolom AE).

Misalkan Stasiun 5 adalah percabangan. Maka koordinat stasiun 5 menjadi referensi bagi stasiun berikutnya. Dalam contoh berikut ini adalah stasiun cab1.

Perhatikan dan lakukan seperti pada contoh.

pada sel N20 itu ketikkan tanda sama dengan (=) , lalu arahkan ke sel yang memuat koordinat sumbu X stasiun 5 (sel N11). Jika sudah menyorot alamat sel yang dimaksud, tekan Enter.

Lalu lakukan ke sel-sel yang juga harus mengalami hal yang sama. Yaitu untuk koordinat Y (kolom O), dengan cara langsung meng-copy sel O11 dan mempastenya di O20.

Lakukan juga untuk kolom yang berjudul Jarak datar dari O dan Elevasi Instrumen (AE), agar MS-Excel menghitung juga koordinat untuk Extended Section.

Namun jika lorong atau garis survai yang anda kerjakan lurus-lurus saja tanpa ada percabangan atau perubahan urutan nama stasiun, maka sub bab ini diacuhkan wae!

4. Hasil Olah Data Yang Dipergunakan
Yang dibutuhkan dalam penggambaran nanti adalah:
1. kolom yang berisi nama stasiun: kolom A dan B
2. kolom yang berisi koordinat X dan Y untuk Plan Section: kolom T (yang berisi sumbu X) dan kolom U (yang berisi sumbu Y). Kolom-kolom ini yang berisi koordinat tiap stasiun sudah berdasarkan skala. Kalau data koordinat asli masing-masing stasiun, yang ada di kolom N dan O.
3. kolom yang berisi koordinat dinding kiri (Kolom X dan Y) dan koordinat dinding kanan (kolom Z dan AA). Kolom-2 ini juga berisi data koordinat sesuai skala. Kalau koordinat yang asli, untuk dinding kiri di kolom P dan Q, dinding
kanannya di kolom R dan S. dinding kiri dan kanan yang dimaksud adalah milik stasiun asal, bukan stasiun target. Di sini disumsikan bahwa pengambilan data dinding kiri dan kanan selama survey adalah milik stasiun asal.
4. kolom yang berisi koordinat X dan Y untuk Extended Section: kolom AC (yang berisi sumbu X), kolom AF (yang berisi sumbu Y untuk elevasi lantai). dan kolom AG (yang berisi sumbu Y untuk elevasi atap).

Agar tampilan lebih ringkas dan tidak membingungkan, maka kolom lainnya yang tidak dibutuhkan, disembunyikan (hide) saja. Di file Olah Data ini, yang disembunyikan adalah kolom diberi warna Pink.

Caranya, blok saja seluruh kolom yang hendak disembunyikan dengan menge-klik kiri kepala kolom (pada contoh adalah huruf K dan L). Lalu klik kanan dan klik Hide.

Teruskan untuk menyembunyikan kolom-2 yang tidak perlu ditampilkan, sehingga akan terlihat data-data koordinat yang hanya dipergunakan untuk penggambaran saja.

5. Persiapan Penggambaran Peta

Karena pengolahan data ini sudah memasukkan perhitungan sudut deklinasi (jika anda telah mengisinya), maka semestinya anda dapat memasang kiblat arah Utara dengan Utara Sebenarnya (True North).

5.1. Pencetakan (Print)
Lebih nyaman jika anda bisa mencetak tabel diatas dengan utuh, dari kolom A sampai dengan kolom AG. Dengan begitu anda tidak perlu membolak-balik kertas untuk melihat satu baris data sebuah stasiun. Untuk itu, aturlah dalam Page Setup (File-Page Setup-Landscape) agar halaman dalam posisi Landscape.

5.2. Penentuan Kiblat
Kiblat arah Utara peta nantinya adalah sumbu Y.

Jika anda tidak memasukkan nilai deklinasi, maka azimuth yang anda masukkan adalah azimuth berdasar magnetik. Maka kiblat arah utara anda adalah utara magnetik (Magnetic North).

Jika anda memasukkan nilai deklinasi (entara dengan metode apa anda bias mendapatkannya) maka, kiblat arah utara yang anda cantumkan di peta adalah Utara Sebenarnya (True North).

5.3. Plotting Koordinat ke Kertas Untuk Peta Tampak Atas (Plan Section)
Untuk ploting koordinat di atas kertas milimeter, ambillah angka-angkanya dari tabel terakhir.

5.3.1. Koordinat Stasiun
Koordinat masing-masing stasiun adalah kolom T untuk sumbu X dan kolom U untuk Y. Misal stasiun O (0,0), stasiun 1 (3.09 , 1.36)

Jadi, koordinat masing-masing stasiun adalah pada kolom dimana nama stasiun berada di kolom Stasiun Ke (Kolom B)

5.3.2. Koordinat Dinding
Koordinat dinding masing-masing stasiun adalah koordinat dimana nama stasiun asal berada di kolom Stasiun Dari (Kolom A).

koordinat dinding kiri dari kolom X dan Y,
koordinat dinding kanan dari kolom Z dan AA.

Dalam contoh di atas:

Koordinat dinding kiri stasiun O (-0.26 , 0.07)
Koordinat dinding kanan stasiun O (0.17 , -0.47)

Koordinat dinding kiri stasiun 1 (1.22 , 3.87)
Koordinat dinding kanan stasiun 1 (0.40 , 3.30)

6. Plotting Koordinat ke Kertas Untuk Peta Tampak Samping Direntangkan (Extended Section)
Koordinat masing-masing stasiun adalah pada kolom dimana nama stasiun berada di kolom Stasiun Ke (Kolom B).

Koordinat lantai masing-masing stasiun adalah

kolom AC (jarak datar dari titik O) untuk sumbu X dan
kolom AF (elevasi stasiun) untuk Y

maka
Koordinat stasiun 1 (3.50 , -0.87),
Koordinat stasiun 2 (4.99 , -1.04),

Untuk koordinat atap,
kolom AC untuk sumbu X,
kolom AG (elevasi atap) untuk sumbu Y

maka
koordinat atap 1 (3.50 , 1.06)
koordinat atap 2 (4.99 , 1.48)

Selamat Mencoba!!!
Berikutnya adalah menggunakan Leker Old SG ini untuk memasukkan data ke Survex atau Walls.

Terimakasih
Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ir. Duta Buwana Putra yang telah memberikan sumbangan dalam menghitung besar sudut dalam dan sudut luar antar dua azimuth.

(Widjanarko, Sunu.2007.Survei dan Pemetaan.http://subterra.web.id)

One Response to “Penghitungan Menggunakan Spread Sheet”

  1. pratik said

    sob Leker OLD SG-nya ga sa didownload nih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: