CEL.XXIII.02.439

Nothing’s impossible, Impossible’s nothing

Penghitungan Data Lapangan

Posted by Ardy Prasetyo on March 29, 2008

Rumus-rumus yang dipergunakan untuk penghitungan data lapangan, pada survai magnetikUntuk penghitungan data-data yang diambil di lapangan, tersedia tabel yang di dalamnya rumus-rumus yang akan dipergunakan.
· jarak datar (l) = cosinus clino x jarak miring (D)
· absis (x) = sinus kompas x jarak datar (l)
· total absis ( Sx) = penambahan absis terhadap stasiun sebelumnya
· ordinat (y) = cosinus kompas x jarak datar (l)
· total ordinat (Sy) = penambahan ordinat terhadap stasiun sebelumnya
· beda elevasi (h) = sinus clino x jarak miring (D)
· total elevasi (Sh) = elevasi stasiun terhadap titik 0, penambahan beda elevasi

Tinggi atap menggunakan clinometer :
h1 = l tg clino stasiun
h2 = l tg clino atap

Tinggi atap = h1 – h2 + tinggi stasiun

Pada prinsipnya rumus-rumus yang digunakan adalah matematik trigonometri. Berbagai rumus dapat dikembangkan menjadi rumus-rumus turunan yang mungkin dapat digunakan dengan cepat dan praktis.

Hal yang perlu mendapat perhatian adalah penghitungan Sx, Sy,dan Sh, pada percabangan lorong dan chamber. Penjumlahan terhadap stasiun sebelumnya harus sesuai dengan penomoran stasiun.

Lebih baik jika lembar kerja untuk menghitung data lapangan tersebut dalam bentuk tabel.

Penghitungan data hasil survey dengan menggunakan calculator yang dilengkapi dengan fungsi trigonometri.

PERHITUNGAN DATA DENGAN PROGRAM KOMPUTER

Pada saat ini dengan tersedianya komputer, maka penggunaan program komputer akan sangat membantu menyelesaikan masalah dalam pengolahan data. Untuk usaha-usaha pembuatan soft ware pengolahan data, diusahakan dapat dapat mempertimbangkan segala kemungkinan yang terjadi pada pengolahan data yang dapat menjadi sumber kesalahan.

Program pada alat hitung yang lebih sederhana, misalnya menggunakan calculator Fx 3600P, atau Sharp PC1500 yang dapat diprogram dengan bahasa BASIC ditambah CE150 plotter. Program lain yang berupa program aplikasi akan lebih mudah bagi surveyor dalam memperingan kerja pengolahan data. Misalnya menggunakan Lotus 123,VisiCalc, SuperCalc, FlashCalc, dan Microsoft Excel.

Namun sekarang sudah banyak perkembangan software yang khusus untuk pemetaan gua dan banyak beredar di internet. Yang memiliki kemampuan penggambaran peta tampak atas, tampak samping, dan tiga demensi yang halus dan koreksi dan perataan kesalahan untuk closed traverse (poligon tertutup). Lihat di situs ini, untuk mengetahui software-software yang sudah ada di dunia yang dipergunakan untuk penghitungan dan penggambaran peta gua.

Kita juga bisa menggunakan software Spread Sheet (misalnya MS-Excel) untuk pengolahan data. Subterra Indonesia menyediakan sebuah file MS-Excel untuk mengolah data lapangan, hingga siap untuk dipergunakan penggambaran peta. Bisa di download di
www.groups.yahoo.com/group/subterra-id/files
. File tersebut diberi nama Leker Old SG (Lembar Kerja Olah Data Survai Gua). Atau klik disini untu membaca tutorial (dalam bahasa Indonesia) penggunaan Spread Sheet untuk mengolah data peta gua. Selain itu juga tersedia tutorial penggunaan software Survex dan tutorial penggunaan AutoCAD untuk mengolah dan menggambar peta gua. Subterra Indonesia juga telah mencoba menggabungkan
penggunaan beberapa software
untuk memproduksi peta gua yang baik dan siap untuk dipublikasikan.

(Widjanarko, Sunu.2007.Survey dan Pemetaan.http://subterra.web.id)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: