CEL.XXIII.02.439

Nothing’s impossible, Impossible’s nothing

Penggambaran Peta Gua Tiga Dimensi

Posted by Ardy Prasetyo on March 29, 2008

Dasar-dasar penggambaran peta gua yang menghasilkan peta gua perspektif.


1. Buatlah sumbu x, y, dan z. Yang masing-masing mewakili koordinat dari lembar kerja penghitungan yaitu: Sx, Sy, dan Sh. Pemilihan sudut pandang ini harus berdasar pada perkiraan kenampakan peta setelah digambar nantinya, sehingga harus menampilkan kenampakan peta yang baik. Dan buatlah grid-grid untuk tiap satuan yang dipergunakan. Jarak antar grid harus diperhitungkan dengan skala yang tepat dan harus tetap sama antar satua baik absis maupun ordinat.

2. Memplot koordinat berdasar hasil dari lembar kerja penghitungan. Jangan lupa, langsung bubuhkan notasi stasiunnya.

3. Hubungkan antar stasiun. Sehingga kita mendapatkan center line yang terletak pada bidang datar X-Y.


4. Dari masing-masing stasiun tersebut, tarik garis ke bawah sebesar Sh. Hubungkan kearah sumbu Z, untuk keperluan koreksi, besarnya kedalaman total masing-masing stasiun dari titik O (0,0,0).


5. Hubungkan masing-masing koordinat stasiun 3D yang sudah diperoleh. Dengan ini kita sudah mendapatkan Center line 3D.


6. Kemudian lakukanlah hal yang sama seperti diatas terhadap koordinat: batas lantai-dinding kiri dan kanan, dinding kiri-dinding kanan dan atap lorong.:

a. Plot pada bidang X-Y


b. Tarik garis sejajar dengan sumbu Z, yang besarnya sesuai dengan Sh.

7. Gambar Cross section masing-masing stasiun dan antar stasiun, sesuai dengan yang tercatat pada lembar kerja survai.
8. Hubungkan masing-masing koordinat yang signifikan (dinding kiri dan kanan, batas lantai-dinding kiri dan kanan, atap,) tiap stasiun dengan stasiun berikutnya. Sehingga kita memperoleh kelengkapan gambar yang berdasarkan pada hitungan.


9. Pekerjaan terakhir yang paling sulit dan berat adalah membuat arsiran yang “tepat“. Istilah “tepat” adalah bahwa kita harus dapat mengarsir untuk memberikan hasil akhir berupa peta tiga perspektif dengan kesan belokan, turunan, besaran dan bentuk lorong, yang mendekati dengan keadaan gua sebenarnya. Pekerjaan ini membutuhkan kemampuan imajinasi dan orientasi ruang secara tiga dimensi yang kuat.

(Widjanarko, Sunu.2007.Survei dan Pemetaan.http://subterra.web.id)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: