CEL.XXIII.02.439

Nothing’s impossible, Impossible’s nothing

Tiga tips belajar berdasarkan riset psikologis

Posted by Ardy Prasetyo on March 21, 2008

Tuntutan masa kini mendorong kita untuk terus belajar, tidak peduli usia kita, jika kita ingin sukses. Belajar bukan lagi bagi mereka yang berumur 5 sampai 20 tahun, bukan juga selalu berada di dalam lembaga pendidikan dan kursus-kursus. Walau kita telah menghabiskan ribuan waktu belajar, kita hanya tahu sedikit tentang belajar efektif. Tidak ada jalan pintas untuk cepat mengerti namun partisipasi aktif dalam proses belajar mengajar dapat membuat belajar menjadi efektif. Memperhatikan pelajaran di kelas, membaca, berhenti menunda-nuda, belajar di tempat yang tenang, tidak bermain-main saat pelajaran, dan aktif bertanya adalah hal-hal yang biasanya kita yakin bisa memberikan hasil terbaik.

Menurut Dr. Nate Kornell dari UCLA, ada tiga cara belajar paling efektif yang ditemukan dari riset psikologi:

1. Bagi-bagi subjek-subjekmu dan pelajari bergantian.
Walau mungkin awalnya terasa tidak efektif, membagi-bagi subjek yang ada dan mempelajari sebagian dari bagian yang berbeda telah terbukti mampu memberikan hasil efektif. Misalnya pada 15 menit pertama belajar pembukuan, lalu 15 menit berikutnya bisnis umum, setelah itu 15 menit untuk managerial.
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara belajar ini bisa dibaca di: http://www.pashler.com/Articles/RohrerPashler2007CDPS.pdf

2. Tes dirimu sendiri.
Coba tanyakan pada dirimu sendiri tentang materi-materi yang telah kamu pelajari. Mengetes diri sendiri memiliki dua keuntungan. Pertama, karena prosesnya yang mengambil ingatan dari pikiran, hal ini dapat meningkatkan kemampuan mengingat. Kedua, mengetes diri sendiri dapat mengetes apakah cara belajar kamu sudah efektif atau tidak. Kamu dapat mengidentifikasi dan memperbaiki kelemahan kamu sebelum terlambat. Tapi ada satu syarat: mengetes diri sendiri tidak akan berhasil kalau kamu lakukan ketika kamu baru saja selesai belajar. Ini tidak mengasah daya ingatmu melainkan membuatmu sombong.
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara belajar ini bisa dibaca di: http://www2.psych.purdue.edu/~karpicke/index_files/Roediger_Karpicke_2006_Review.pdf

3. Ambil kesimpulan dan integrasikan.
Setelah keluar dari kelas atau membaca satu bab buku, ambil kesimpulan-kesimpulan penting, dan pikirkan bagaimana kesimpulan-kesimpulan tersebut berhubungan dengan keseluruhan topik dan pengalaman pribadi. Proses ini, dikenal sebagai integrasi pengetahuan, sangat bermanfaat untuk memperkuat daya ingat dan mengimplementasikan pengetahuan pada kejadian nyata. Untuk lebih mengefektifkan teknik ini, kamu bisa memberitahukan atau mengajarkan orang lain tentang apa yang telah kamu pelajari. Menerangkan kesimpulan-kesimpulanmu memerlukan integrasi dan kemampuan meringkas, dan ini adalah cara terbaik untuk mengecek kelemahan-kelemahan dalam pengetahuan yang kamu miliki.

Tiga langkah diatas mungkin terasa berat pada awalnya, tapi memiliki keuntungan jangka panjang yang sangat panjang. Pada waktunya, otak yang dilatih dengan cara ini tidak memiliki kesulitan dalam mengingat dan mengimplementasikan.

Disadur dari artikel oleh Dr. Nate Kornell, UCLA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: