CEL.XXIII.02.439

Nothing’s impossible, Impossible’s nothing

  • c

  • Arsip

  • Subscribe

  • Locations of visitors to this page IP
  • Statistik

    • 115,618 Pengunjung
  • Meta

Archive for October, 2008

SMS Pengingat Jadwal dari Google

Posted by Ardy Prasetyo on October 29, 2008

Sebagian besar ponsel saat ini sudah memiliki fitur alarm atau reminder, yang berfungsi sebagai pengingat sebuah jadwal. Namun, sebuah pesan yang masuk untuk mengingatkan Anda tentu lebih ‘nendang’ dan lebih menarik. Sebuah SMS berpeluang lebih besar untuk dilihat daripada alarm dari ponsel sendiri.

Google memiliki fasilitas pengingat jadwal lewat SMS yang disebut Google Calendar. Tak seperti Reminder di ponsel yang hanya bisa dinikmati sendiri, dengan Google Calendar kita bisa membuat jadwal kegiatan lalu dibagi (share) kepada para relasi. Alhasil, orang lain bisa melihat jadwal yang sudah kita buat.

Pada waktu yang telah ditentukan, Google akan mengirimkan SMS ke nomor kita, untuk mengingatkan jadwal kegiatan yang sudah direncanakan. Sayangnya, pengingat jadwal gratis lewat SMS ini hanya bisa diterima oleh pemakai nomor XL dan Indosat.

Fitur baru Google Calendar adalah bisa memberi peringatan di layar komputer berupa aktivitas dan janji yang akan dilakukan. Google Calendar juga bisa melakukan sinkronisasi dengan Microsoft Outlook Calendar di komputer. Waktu sinkronisasi bisa diatur setiap menit tertentu. Dengan Google Calendar gallery, pengguna bisa mengakses jadwal dengan daftar aktivitas dengan mudah.

Anda bisa melihat tampilan Google Calendar di ponsel masing-masing dengan mengakses http://mobile.google.com/calendar/index.html, melakukan login, dan melihat berbagai jadwal dan janji secara lengkap. Anda juga bisa menerima e-mail atau SMS dari Google Calendar tentang jadwal yang akan datang, perubahan jadwal yang dilakukan, undangan yang dibatalkan, jawaban undangan atau mengirimkannya ke agenda harian setiap pagi. Jadi tak perlu khawatir ada janji atau undangan yang terlewat.

Jika Anda sering dihubungi pihak lain – karena berprofesi sebagai narasumber, pejabat publik, artis atau penanggungjawab produk di perusahaan – jadwal bulanan Anda juga bisa dibagi (share) ke pihak lain. Alhasil, janji pertemuan bisa langsung dilakukan di acara yang sedang berlangsung.

Inilah cara membuatnya:
1. Langkah pertama adalah masuk ke http://www.google.com/calendar, lalu Login dengan akun Google. Jika belum punya akun Google, buat dulu lewat Create an account. Lanjutkan dengan membuat jadwal-jadwal Anda, dengan langsung klik di atas tanggal yang diinginkan. Lalu pilih menu settings di bagian kanan atas, dan lanjutkan dengan memilih menu Mobile setup.

2. Lanjutkan dengan memasukkan nomor ponsel dengan diawali +62.. Lalu klik bagian Send verification code. Tunggu beberapa saat sampai muncul pesan SMS di ponsel dengan isi “Your Google Calendar verification code is xxxxxx. Form: Google”. Meskipun pengirimnya terlihat jelas adalah Google, pesan ini tidak bisa dibalas (Reply). Selanjutnya, masukkan kode verifikasi yang telah diterima ke kotak Verification code. Terakhir, klik Finish setup untuk mengakhiri setting.

3. Selanjutnya aturan notifikasi agar menjadi notifikasi SMS. Dari menu Settings, pilih Calendar, lalu klik Notifications. Beri tanda centang notifikasi SMS untuk notifikasi via SMS. Kita juga bisa mengatur reminder beberapa menit sebelum event.

4. Jika ingin membagi jadwal harian atau bulanan Anda ke pihak-pihak tertentu, di bagian Calendar pilih Share this calendar. Aktifkan (beri tanda centang) pada Make this calendar public, dan di bagian PERSON masukkan nama-nama yang boleh mengakses jadwal Anda. Setelah selesai, jangan lupa klik tombol Save agar pengaturan tersebut tersimpan.

Sumber: Sinyal

Posted in IT Knowledge | 1 Comment »

Seni Membuka Celana

Posted by Ardy Prasetyo on October 29, 2008

TEKNIK melepaskan pakaian sebelum melakukan aktivitas seksual bersama istri atau suami merupakan sebuah langkah yang sangat penting diperhatikan. Ada seninya juga bila kita mau mempelajarinya.

Kita bisa saja menganggap membuka celana atau baju sebagai bagian dari foreplay. Sebab itu, sedikit belajar mengenai hal ini dari seorang seksolog sangat penting. Berikut ini sedikit teknik membuka celana sebelum kita melakukan hubungan seksual menurut John Gray, Ph.D, dalam bukunya Mars and Venus in The Bedroom.

Sebaiknya pria mulai meraba bagian dalam paha wanita hanya ketika dia menganggap wanita pasangannya sudah basah. Sebagai langkah pertama, ada baiknya meraba sekitar tepi celana dan lambat laun menjelajah ke bagian luar alat kelaminnya.

Dikatakan, wanita akan sangat terangsang bila saat menarik celana dalamnya, pria melakukannya secara perlahan-lahan. Sebaiknya sang pria mulai menarik celana ke bawah dan kemudian mengembalikannya sedikit ke atas.
Mulailah sang pria meraba bagian dalam di balik celana di bagian belakang, kemudian ke depan, lalu menyusuri tepinya turun dan naik. Setelah itu, letakkan jari tangan di sisi antara kedua paha wanita dan rasakan kelembutan rambut kemaluan dan daging sekitar vaginanya yang basah.

Saat pria sudah meraba dengan jari-jari tangannya yang lembut dan yakin vagina pasangannya sudah basah, barulah sang pria membuka celana. Sangat baik bila saja saat membuka celana dilakukan perlahan sekali. Buatlah kesan kalau sang pria bisa menahan diri. Langkah itu akan semakin merangsang pasangannya.

Sekalipun nafsu seks pria sudah memuncak, ia masih bisa mengulur waktu. Pengendalian macam itu memungkinkan wanita merasa lebih bebas dalam melepaskan gejolak seksual yang ditahannya. Biarkan bila sang wanita lepas kendali.

Jangan lepaskan celana wanita, tetapi pegang pantat dan gulung celananya ke bawah hingga pantatnya terbuka. Setelah celana tergulung, sang pria dapat mulai meraba-raba dan membelai-belai pantat dan bagian dalam paha wanita pasangannya dari belakang.

Akhirnya, lepaskanlah celana dalam wanita pasangan Anda dari kaki dan mulailah membelai-belai lagi bagian dalam pahanya serta mengusap-usap seluruh kemaluannya untuk meraba klitorisnya.

Sumber: Kompas.com

Posted in Pria | 1 Comment »

Entry & Holding Procedure

Posted by Ardy Prasetyo on October 18, 2008

Holding, dalam dunia penerbangan berarti menunda approach. Penundaan ini bisa terjadi karena beberapa hal, seperti misalnya cuaca, emergency, ataupun juga dikarenakan bandara ditutup karena satu dan lain hal. Selain itu holding bisa juga terjadi karena pengaturan traffic yang padat di satu aerodrome.

Dalam penerbangan IFR, penting sekali bagi kita untuk mengerti apa dan bagaimana holding ini dilakukan, termasuk juga bagaimana memasuki suatu holding area atau yang disebut dengan entry holding. Ada 3 procedure entry yang berlaku di dunia penerbangan, yaitu teardrop entry, parallel entry dan juga direct entry. Selain procedure memasuki holding area, ada juga procedure holding yang dibagi menjadi 2 yaitu Standard Holding (right hand pattern) dan Non-standard holding (left hand pattern).

Ini adalah bagian-bagian dari holding area.

standard holding (belok kanan)

ENTRY HOLDING

Pertama-tama saya akan membahas satu-persatu mengenai holding ini dimulai dari procedure entry holding (memasuki holding).

Penting : Dalam melakukan entry holding, sangat penting untuk mengetahui OUTBOUND HOLDING TRACK. Outbound holding track ini akan menjadi acuan kita dalam melakukan entry holding procedure.

Teardrop Entry

Teardrop entry adalah procedure memasuki holding area dengan cara seperti membuat air mata (teardrop). Cara ini kita pakai apabila kita memasuki daerah holding dari arah yang berlawanan dengan holding procedure itu sendiri.

Garis hijau adalah cara kita memasuki holding area ini, dan garis biru adalah holding procedure seperti yang terdapat pada chart. Titik merah adalah titik holding fix kita.

Setelah kita overhead holding fix kita belok ke satu radial tertentu dengan rumus :

Outbound holding track – 30 degrees –> standard holding (right hand pattern)
atau

Outbound holding track + 30 degrees –> non-standard holding (left hand pattern)

Setelah kita belok ke heading tersebut, kita timing selama 60 detik dan lalu kita kanan (untuk standard holding) atau kiri (untuk non standard holding)  untuk memasuki holding area.

Parallel Entry

Cara ini kita pakai apabila kita memasuki holding area dari arah yang juga berlawanan,  tetapi dari arah yang berbeda dengan teardrop entry. Kita membuat garis parallel dengan inbound holding.

Setelah overhead holding fix, kita belok searah dengan outbound heading, timing 60 detik dan lalu belok kiri (untuk standard holding) atau kanan (untuk non-standard holding) menuju ke holding fix untuk memasuki holding tersebut.

Direct Entry

Direct entry berarti memasuki area holding secara langsung. Dengan prosedur ini, kita bisa langsung mengikuti holding procedure tanpa harus berbelok ke arah/radial tertentu terlebih dahulu.

Kita bisa langsung terbang menuju holding fix, dan setelah berada di holding fix kita bisa langsung terbang menuju outbound holding untuk mengikuti holding procedure. Hal ini bisa langsung dilakukan baik untuk standard holding (right hand pattern) ataupun untuk non-standard holding (left hand pattern).

HOLDING PROCEDURE

Setelah kita mengetahui bagaimana melakukan entry holding, kita bisa melakukan holding. Pada dasarnya holding dilakukan sesuai dengan apa yang tertera di dalam chart, apakah belok kiri/kanan, berapa outbound holding dan inbound holding nya, serta berapa ketinggian minimum holding /Minimum Holding Altitude (MHA). Kita tidak boleh terbang lebih rendah dari MHA ini, karena akan sangat berbahaya bagi penerbangan kita.

Contoh holding :

VOR/DME APP runway 09 WADD

Dari chart ini kita bisa memperoleh informasi² yang dibutuhkan, yaitu :

- Holding fix = KUTA
- Inbound holding = 091°
- Outbound holding = 271°
- MHA = 3000 feet

Informasi² inilah yang akan kita butuhkan untuk melakukan holding seandainya holding tersebut memang dibutuhkan.

Holding Speed

ICAO

Altitude
Speed
Timing
0- 6000 feet
210 kts IAS
1 menit
6000 – 14.000 feet
220 kts IAS
1 menit
14.000 – 20.000 feet
240 kts IAS
1½ menit
20.000 – 34.000 feet
265 kts IAS
1½ menit

FAA

Altitude

Speed

Timing

0 – 6000 feet

200 kts IAS

1 menit

6000 – 14.000 feet

230 kts IAS

1 menit

14.000 – keatas

265 kts IAS

1½ menit
Sumber : http://www.indoflyer.net

Posted in Aviation | Leave a Comment »

Memilih Processor Untuk Komputer Anda

Posted by Ardy Prasetyo on October 14, 2008

Memilih processor untuk komputer memang kadang agak ribet karena banyaknya pilihan teknologi terbaru dari Intel & AMD yang sama-sama mengklaim bahwa processor baru mereka terbaik dan tercepat. Informasi yang kami kutip dari Toms Hardware, mungkin bisa berguna bagi Anda:

Core 2 Extreme QX9770 bisa jadi sebagai procesor tertinggi untuk dipilih, dengan 2 core 3.2Ghz, total 6MB L2 dari masing masing core dan total 12MB L2. FSB mencapai 1600Mhz.

Kelas procesor saat ini masuk dijajaran Extreme walaupun hanya bisa mengunakan board tipe X48 QX9770 memiliki TDP lebih rendah yaitu 136, tertinggi dipegang oleh QX 9775 dengan 150W.

Kembali ke teknologi 65nm. Core 2 Duo E6600 masih dijual oleh Intel. Dengan 4MB L2 dan 2.4Ghz speed tetap menarik karena harganya lebih murah. Quad core Q6600 juga cukup memadai, baik E6600 dan Q6600 memiliki fitur overclock cukup tinggi.

Selanjutnya tipe 45nm dari E8400. Memiliki speed 3Ghz paling memadai dari segi harga dan teknologi. Dan Core 2Quad Q9450 2.66Ghz juga masuk kelas pada teknologi 45nm. Dengan 45nm , kecepatan overclock lebih tinggi dibandingkan 65nm. Salah satu keunggulan procesor Intel dengan 45nm adalah fitur SSE4.1.

AMD memang terpukul setelah ditemukannya bug TLB, dan mulai bersih setelah keluarnya code 5 dari seri procesor AMD. Phenom X4 9950 at 2.60 GHz. menjadi pilihan saat ini baik harga dan kcepatan.Mau lebih masuk akal bisa dipilih Phenom X4 9850 yang lebih hemat power, karena procesor hanya membutuhkan peak 125W.

Untuk Phenom X4 9950 memiliki speed lebih tinggi yaitu 100Mhz dibandingkan adik kelasnya, tetapi dengan kebutuhan power 140W tidak banyak mainboard yang mendukung.

Dikelas 3 core Phenom X3 8750 at 2.40 GHz  menjadi tercepat saat ini. Pilihan pemakaian power hemat bisa dipilih Phenom X4 9350e, walaupun hanya memiliki speed 2Ghz tetapi kebutuhan power hanya 65W saja.

Model Core L2/L3 cache Clock rate FSB Memory
Phenom X4 9950 Black Agena 512KB/2MB 4x 2600 MHz 200/HT2000 DDR2 -1066
Phenom X4 9850 Black Agena 512KB/2MB 4x 2500 MHz 200/HT2000 DDR2-1066
Phenom X4 9850 Agena 512KB/2MB 4x 2500 MHz 200/HT2000 DDR2-1066
Phenom X4 9750 Agena 512KB/2MB 4x 2400 MHz 200/HT1800 DDR2-1066
Phenom X4 9650 Agena 512KB/2MB 4x 2300 MHz 200/HT1800 DDR2-1066
Phenom X4 9550 Agena 512KB/2MB 4x 2200 MHz 200/HT1800 DDR2-1066
Phenom X4 9350e Agena 512KB/2MB 4x 2000 MHz 200/HT1800 DDR2-1066
Phenom X4 9150e Agena 512KB/2MB 4x 1800 MHz 200/HT1800 DDR2-1066
Phenom X4 9100e Agena 512KB/2MB 4x 1800 MHz 200/HT1800 DDR2-1066
Phenom X4 9700 Sample Agena 512KB/2MB 4x 2400 MHz 200/HT2000 DDR2-1066
Phenom X4 9600 Black Agena 512KB/2MB 4x 2300 MHz 200/HT1800 DDR2-1066
Phenom X4 9600 Agena 512KB/2MB 4x 2300 MHz 200/HT1800 DDR2-1066
Phenom X4 9500 Agena 512KB/2MB 4x 2200 MHz 200/HT1800 DDR2-1066
Phenom X3 8750 Toliman 512KB/2MB 3x 2400 MHz 200/HT1800 DDR2-1066
Phenom X3 8650 Toliman 512KB/2MB 3x 2300 MHz 200/HT1800 DDR2-1066
Phenom X3 8600 Toliman 512KB/2MB 3x 2300 MHz 200/HT1800 DDR2-1066
Phenom X3 8450 Toliman 512KB/2MB 3x 2100 MHz 200/HT1800 DDR2-1066
Phenom X3 8400 Toliman 512KB/2MB 3x 2100 MHz 200/HT1800 DDR2-1066

Tested Processors from Intel with the X48 Chipset and DDR3

Model Core L2/L3 cache Clock rate FSB / HTT Memory
Core 2 Extreme QX9770 Yorkfield XE 6144KB 4x 3200 MHz 400 MHz DDR3-1333
Core 2 Extreme QX9650 Yorkfield XE 6144KB 4x 3000 MHz 333 MHz DDR3-1333
Core 2 Quad Q9650 Yorkfield 6144KB 4x 3000 MHz 333 MHz DDR3-1333
Core 2 Quad Q9550 Yorkfield 6144KB 4x 2833 MHz 333 MHz DDR3-1333
Core 2 Quad Q9450 Yorkfield 6144KB 4x 2666 MHz 333 MHz DDR3-1333
Core 2 Duo E8600 Wolfdale 6144KB 2x 3333 MHz 333 MHz DDR3-1333
Core 2 Duo E8500 Wolfdale 6144KB 2x 3166 MHz 333 MHz DDR3-1333
Core 2 Duo E8400 Wolfdale 6144KB 2x 3000 MHz 333 MHz DDR3-1333
Core 2 Duo E8300 Wolfdale 6144KB 2x 2833 MHz 333 MHz DDR3-1333
Core 2 Duo E8200 Wolfdale 6144KB 2x 2666 MHz 333 MHz DDR3-1333
Core 2 Duo E8190 Wolfdale 6144KB 2x 2666 MHz 333 MHz DDR3-1333
Core 2 Duo E7200 Wolfdale 3072KB 2x 2533 MHz 266 MHz DDR3-1066
Core 2 Extreme QX6850 Kentsfield XE 4096KB 4x 3000 MHz 333 MHz DDR3-1333
Core 2 Extreme QX6800 Kentsfield XE 4096KB 4x 2933 MHz 266 MHz DDR3-1066
Core 2 Extreme QX6700 Kentsfield XE 4096KB 4x 2666 MHz 266 MHz DDR3-1066
Core 2 Quad Q6700 Kentsfield 4096KB 4x 2666 MHz 266 MHz DDR3-1066
Core 2 Quad Q6600 Kentsfield 4096KB 4x 2400 MHz 266 MHz DDR3-1066
Core 2 Extreme X6800 Conroe XE 4096KB 2x 2933 MHz 266 MHz DDR3-1066
Core 2 Duo E6850 Conroe 4096KB 2x 3000 MHz 333 MHz DDR3-1333
Core 2 Duo E6750 Conroe 4096KB 2x 2666 MHz 333 MHz DDR3-1333
Core 2 Duo E6550 Conroe 4096KB 2x 2333 MHz 333 MHz DDR3-1333
Core 2 Duo E6700 Conroe 4096KB 2x 2667 MHz 266 MHz DDR3-1333
Core 2 Duo E6600 Conroe 4096KB 2x 2400 MHz 266 MHz DDR3-1066
Core 2 Duo E6400 Conroe-2048 2048KB 2x 2133 MHz 266 MHz DDR3-1066
Core 2 Duo E6300 Conroe-2048 2048KB 2x 1866 MHz 266 MHz DDR3-1066
Core 2 Duo E6420 Conroe 4096KB 2x 2133 MHz 266 MHz DDR3-1066
Core 2 Duo E6320 Conroe 4096KB 2x 1866 MHz 266 MHz DDR3-1066
Core 2 Duo E6400 Allendale 2048KB 2x 2133 MHz 266 MHz DDR3-1066
Core 2 Duo E6300 Allendale 2048KB 2x 1866 MHz 266 MHz DDR3-1066
Core 2 Duo E4700 Allendale 2048KB 2x 2600 MHz 200 MHz DDR3-800

function printthis(id){
window.open(“http://ketok.com/news/newspublish/home.print.php?news_id=”+id,”Popup”,”width=600,height=500,top=70,left=100,dependent=yes,titlebar=no,scrollbars=yes,resizable=yes”);
}

function emailthis(id){
window.open(“http://ketok.com/news/newspublish/home.tell.php?news_id=”+id,”Popup”,”width=420,height=380,top=170,left=250,dependent=yes,titlebar=no,scrollbars=yes”);
}

Posted in IT Knowledge | Leave a Comment »