CEL.XXIII.02.439

Nothing’s impossible, Impossible’s nothing

Archive for November, 2007

Nonton Gratis Peta Daerah-Daerah di Indonesia

Posted by Ardy Prasetyo on November 27, 2007

Country Maps

City Maps

  • Jakarta U.S. Department of State 1986 (105K)
  • Medan U.S. Department of State 1981 (96K)
  • Surabaya U.S. Department of State 1981 (94K)

    Detailed Maps

    Historical Maps

    Thematic Maps

    Posted in Peta Topografi | 30 Comments »

    Apa itu Photography?

    Posted by Ardy Prasetyo on November 27, 2007

    Apa itu Fotografi ?
    Fotografi adalah seni atau suatu proses penghasilan gambar dan cahaya yang dipantulkan oleh objek masuk ke lensa kemudian diteruskan ke bidang film, sehingga menghasilkan gambar.
    Mengenal Kamera dan bagian-bagiannya
    Kamera
    Ada beberapa jenis kamera seperti:
    1.View finder kamera
    2.View kamera
    3.Twin lens camera (Box)
    4.S.L / Single Lens Refflex
    5.Instamatic camera
    6.Palaraid kamera
    7.Kamera digital
    Bagian-bagian kamera
    Lensa
    Menurut macamnya dikenal lensa normal sudut lebar, lensa dan lensa tele. Lensa normal adalah lensa yang sudut pandangnya serupa mata kita. Jarak antara lensa dengan film normal (50 mm). Sudut lebar adalah lensa yang panjang fokalnya lebih kecil dari normal. Dan lensa tele adalah lensa yang panjang fokalnya lebih besar dari normal.
    Gabungan dari ke tiga lensa disebut lensa zoom (zoom lens).
    Selain itu masih ada lensa tambahan seperti lensa makro, lensa C.U dan lain-lain
    Diafragma
    Diafragma adalah sejumlah lempengan-lempengan baja yang dapat diatur, sehingga lubang menjadi besar atau kecil. Bilangan diafragma disebut stop biasanya disingkat F.
    contohnya : F4 ,F5, F8 dan seterusnya.
    Diafragma bisa diatur dengan merubah angka skala diafragmanya yang terdapat pada gelang yang melingkar pada lensa dengan angka-angka 1,4. 2,8 . 4,5 . 6,8. 1,1. 16.
    Kecepatan /rana /shutter speed
    Rana adalah sejenis tirai yang dapat dibuka selama waktu tertentu, misalnya 1/60 detik
    Fungsi rana atau kecepatan adalah sebagai alat pembuka dan penutup masuknya cahaya kebidang film serta untuk melindungi film dari cahaya.
    Rana pada kamera ada dua macam menurut gerakannya: Rana pusat dan Rana celah.
    Biasanya angka kecepatan pada kamera tertulis T.B, 1.2, 4, 8, 15, 30, 60, 125, 250, 500, 700, 1000, dan sebagainya. Angka-angka 1.2, 4, 8,15 menunjukkan lamanya waktu membuka kecepatan 1 detik, 1/4 detik, 1/8 detik, 1/15 detik dan seterusnya.
    T: time, bila tombol kecepatan ditekan akan membuka dan kalau ditekan lagi akan menutup.
    B: Blub, bila tombol kecepatan ditekan akan membuka dan jika dilepas akan menutup.
    T dan B : dipergunakan untuk pencahayaan lebih dari 1 detik.
    Fokus (Pengatur Jarak)
    Fokus adalah pengaturan lensa yang tepat untuk jarak tertentu.
    Untuk menajamkan gambar pada bidang film kita perlu mengatur jarak atau focus pada kamera dengan cara memutarnya lalu melihatnya pada jendela bidik.
    Untuk memfocuskan gambar pada kamera ada beberapa macam: kaca buram, gambar geser, gambar rangka, micro prisma.
    Skala tajam (ruang tajam)
    Ada tiga faktor yang menentukan ruang tajam yaitu:
    Lensa, masing-masing lensa menghasilkan ruang tajam yang berbeda.
    Jarak pemotretan, makin jauh objek yang kita fokuskan, makin luas ruang tajamnya.
    Diafragma, makin kecil lubang diafragma, makin luas ruang tajamnya. Makin besar lubang diafragma, ruang tajamnya semakin sempit.
    Film
    Film yang dijual dipasaran ada dua macam yaitu: film negatif dan film positif.
    Film negatif terbagi dua: film negatif B/W dan negatif color dan film positif pun terbagi dua B/W dan color.
    Masing-masing pabrik mengeluarkan standar kepekaan film umpamanya ASA Amerika , JIS jepang dan DIN Jerman.
    Film yang ber ASA tinggi berbutir kasar dan film yag ber ASA rendah berbutir halus.
    Hal-hal yang penting diperhatikan waktu membeli film baik film negatif atau positif yaitu pada masa kadaluarsa film, bahan prosessing, tempat menjual film kena terik matahari atau terlindung.
    Setting Kamera Untuk Melakukan Pemotretan
    Siapkan Kamera yang akan dipergunakan
    Bersihkan body kamera dari debu menggunakan brower atau kain planel.
    Bersihkan lensa kamera dengan lens cleaner (pembersih lensa).
    Pasang lensa ke body kamera. Perhatikan titik yang ada di lensa dan yang
    dibody kamera harus saling ketemu kemudian putarlah lensa berlawanan arah jarum jam sampai tertedangar bunyi klik.
    Pasang batu baterei kamera.
    Pasang pegangan lensa seperti filter dan sun cup
    Mengisi film
    Cabutlah engkol kombinasi penggulung film ke atas sampai punggung kamera terbuka secara otomatis.
    Masukkan film ke dalam kamera jepit film dengan baik dan forforator film harus masuk di gigi pembawa film.
    Film yang mengandung emulsi menghadap ke lensa kamera.
    Kemudian tutup punggung kamera dan tekan sampai terdengar klik.
    Untuk mengetes apakah film sudah terpasang baik atau tidak, kokanglah kamera apa bila engkol penggulung film berputar ke arah yang berlawanan dengan arah panah penggulung film, berarti film sudah terpasang dengan benar.
    Menyetel kecepatan ASA film dan kecepatan rana
    Pastikan ASA yang digunakan dan sesuaikan kecepatan rana dengan kemampuan anda.
    Hindari menggunakan kecepatan rendah, karena gambar akan kabur bila anda memotretnya kurang mampu, gunakan kaki tiga bila anda terpaksa menggunakan kecepatan rendah.
    Peganglah kamera dengan tangan kiri,
    posisi kaki kuda-kuda dan mata mengintip di jendela pengamat.
    Memfokuskan lensa,
    Intiplah kedalam lubang pengamat dan arahkan kamera, sehingga objek utama tampak ditengah
    lingkaran kecil poros mikroprisma.
    Cara memfokus gambar patah (split image),
    Putarlah gelang fokus sampai bagian atas dan bawah dari split image dalam lingkaran poros mikroprisma bertemu membentuk objek yang utuh.
    Cara fokus mikroprisma
    Putarlah gelang fokus sampai objek dalam lingkaran poros mikroprisma
    tampak terang.
    Kalau anda kesulitan dengan cara diatas waktu memfokuskan, gunakannlah seluruh bidang kaca sekeliling lingkaran poros mikroprisma, cara ini biasa digunakan pada pemotretan malam hari.
    Atur komposisi sesuai dengan storyboard (rancangan gambar).
    LS: long shoot, FS: fokus shoot, MS: medium shoot, CU:clouse up

    Membuat tulisan dengan latar belakang pemandangan
    Dengan cara mounting
    Tulisan langsung dibuat diatas kertas foto atau gambar lain sesuai selera anda.
    Membuat tulisan diatas plastik transparan lalu ditumpuk dengan gambar yang anda inginkan.
    Lakukanlah pemotretan menggunakan lensa CU atau Macro lens.
    Multi Expose
    Membuat tulisan dulu diatas kertas hitam pekat usahakan tulisan warnanya kontras.
    Lakukan pengambilan gambar tulisan tadi dengan diafragma kamera naik 2 stop dari posisi pencahayaan normal.
    Tekan tombol perewin film untuk kamera yang tidak dilengkapi dengan multi expose. Kemudian kamera dikokang kembali.
    Lakukan pengambilan gambar diluar sesuai dengan selera anda dengan pencahayaan naik ½ stop dari pencahayaan normal.
    Super Infus
    Membuat tulisan dahulu diatas kertas putih tulisan hitam.
    Potret tulisan tersebut menggunakan film artho/high contras for slide title dan proses film tersebut. Maka akan diperoleh tulisa negatif hitam putih, kemudian klise negatif tersebut di kontek ke film artho dan proses maka akan diperoleh klise positif hitam putih.
    Siapkan slide color yang akan dijadikan background.
    Sekarang tumpuklah ketiga film tersebut dengan urutan sebagai berikut:
    1.Film negatif high contras /ortho
    2.Film positif high contras / ortho
    3.Film slide color untuk backgroundnya
    Lakukan pemotretan film no.2 dan no.3 di atas kotak lampu dan lampunya dalam posisi menyala.
    Tekan multi expose kamera kemudian kamera dikokang kembali.
    Cabut film no.2 dan no.3 dan lakukan pemotretan ke film no.1.
    Kalau ingin tulisannya berwarna pasanglah filter warna di depan lensa kamera anda.
    Prinsip-prinsip Komposisi Fotografi
    Komposisi adalah cara mengatur/menyusun bagian-bagian dari gambar (misalnya garis-garis, bentuk, ruang bebas, bayangan, warna, tekstur, dan lain-lain) agar gambar lebih menarik dan mudah dimengerti. Beberapa prinsip biasa digunakan untuk meningkatkan efektifitas gambar. “Perlihatkan apa yang ingin Anda perlihatkan”, merupakan salah satu prinsip yang baik.
    1.Subjek
    Tampilkan suatu subjek utama dalam sebuah gambar. Kesampingkan bagian-bagian lain dan pisahkan hal-hal yang tidak perlu ada dalam foto.

    2.Penempatan subjek utama
    a.Bayangkanlah Anda sedang membagi gambar dengan garis bayangan mendatar dan tegak lurus menjadi 3 bagian yang sama besar. Titik temu dari garis-garis tersebut adalah tempat dimana Anda dapat meletakan subjek utama dan elemen-elemen pelengkap.
    b.Jika menggunakan garis mendatar sebagai subjek utama, misalnya garis batas (cakrawala) antara udara dan lahan pertanian, aturlah agar bagian yang satu lebih besar dari bagian lainnya.

    c.Posisi subjek tidak harus selalu berada di tengah-tengah agar komposisi nampak lebih menarik. Dan hindari penempatan subjek pada posisi yang gelap.

    3.Titik pandang
    Pilihlah posisi kamera yang paling tepat saat mengambil gambar, sehingga hal-hal yang ingin Anda perlihatkan menjadi lebih jelas.
    6.Sediakan lebih banyak ruang untuk garis pandang dan garis gerak.
    Beri ruang di depan subjek untuk mengesankan subjek Anda sedang bergerak atau melihat sesuatu.
    7.Batas antar bagian gambar sebaiknya digunakan untuk mempertegas hal apa yang ingin Anda komunikasikan.
    Namun, perhatikan dengan seksama agar objek yang ditonjolkan tersebut tidak membingungkan atau merusak komposisi.
    8.Cahaya dan bayangan.
    Gunakan pencahayaan yang menyebar agar gambar nampak jelas dan usahakan agar subjek anda menghadap sumber cahaya.
    9.Lakukan pengambilan gambar secara bervariasi agar gambar lebih menarik.
    Gunakan jarak yang berbeda antara kamera dan subjek dalam setiap pengambilan. Berapa jarak subjek yang sebaiknya tampak dalam gambar ?

    Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

    Boeing 747 Aircraft Profile

    Posted by Ardy Prasetyo on November 7, 2007

    The Boeing 747 entered service with Pan American Airlines in January 1970 and became the workhorse of the world’s long-haul, high-capacity fleet. To-date, Boeing has delivered 1,365 747s in four basic types, the 747-100/-200/-300/-400.

    In November 2005, after many false starts, Boeing finally launched the 747-8 Intercontinental to serve the 400-500-seat markets and the Boeing 747-8 Freighter.

    The Boeing 747 was the first passenger jet to have a twin-aisle cabin section and a staircase leading to an upper deck in the nose section. The 747 also achieved considerable success as a freighter and has an important military application in the form of the Boeing 747-E4 airborne emergency command and control post.

    Two Boeing 747s form the presidential Air Force One transport, and a 747 was also converted to transport the Space Shuttle. A number of Boeing 747s have also been converted into luxury business aircraft.

    Powered by four Pratt & Whitney/General Electric/Rolls-Royce turbofans the Boeing 747 remains the world’s fastest subsonic passenger jet. It has carried more than 3.5 billion passengers on 35 billion miles of revenue-earning service with 80 airlines.

    Boeing 747 400 Aircraft Specification

    First Flight Date 29 April 1988
    Certification Date: 10 January 1989
    Fuselage width: 6.5 m
    Fuselage length: 68.63 m
    Cabin width: 6.1 m
    Hold volume: 171 m3
    Empty operating: 179,015 kg
    MTOW: 396,894 kg
    Standard fuel capacity: 216,824 kg
    Max cruise: 982 km/h/h
    Long Range Cruise alt: 35,000 m
    Take Off field length: 3,400 m
    Max payload range: 10,695 m
    Typical passengers: 416

    Posted in Aviation | Leave a Comment »

     
    Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.