CARA MEMBUAT PUPUK CAIR ORGANIK
Posted by Ardy Prasetyo on September 12, 2007
1 liter bakteri
5 kg hijau-hijauan/daun-daun segar (bukan sisa dan jangan menggunakan daun dari pohon yang bergetah berbahaya seperti karet, pinus, damar, nimba, dan yang sulit lapuk seperti jato, bambu, dan lain-lainnya)
0,5 kg terasi dicairkan dengan air secukupnya
1 kg gula pasir/merah/tetes tebu (pilih salah satu) dan dicairkan dengan air
30 kg kotoran hewan
Air secukupnya
Ember/gentong/drum yang dapat ditutup rapat
Cara Pembuatan:
Kotoran hewan dan daun-daun hijau dimasukkan ke dalam ember.
Cairan gula dan terasi dimasukkan ke dalam ember.
Larutkan bakteri ke dalam air dan dimasukkan ke dalam drum, kemudian ditutup rapat.
Setelah 8-10 hari, pembiakan bakteri sudah selesai dan drum sudah dapat dibuka.
Saring dan masukkan ke dalam wadah yang bersih (botol) untuk disimpan/digunakan.
Ampas sisa saringan masih mengandung bakteri, sisakan sekitar 1 sampai 2 liter, tambahkan air, terasi, dan gula dengan perbandingan yang sama. Setelah 8-10 hari kemudian bakteri sudah berkembang biak lagi dan siap digunakan. Demikian seterusnya.
Kegunaan:
Mempercepat pengomposan dari 3-4 bulan menjadi 30-40 hari.
Dapat digunakan langsung sebagai pupuk semprot, apabila tanah sudah diberi kompos (subur), tetapi apabila tanah kurang subur/tandus, penggunaan langsung sebagai pupuk tidak dianjurkan.
Pupuk cair (larutan bakteri) ini tidak diperbolehkan untuk dicampur dengan bakteri lain, terutama bahan kimia atau bahan untuk pestisida lainnya seperti tembakau.




















khay said
good information for farmer like me.
thx and let’s back to nature
crista said
There are lots of good examples how a smart person can make those credit cards work for him. I hope to do the same by applying for a credit card at
no interest transfer cards
kendaraan bisnis said
ayo bareng3x berjuang. klo bisa kontak langsung mungkin kita akan lebih dekat x ya. kunjungi http://www.dcyber.co.cc semoga silaturahim
chiba said
bagus..masukan yg bagus untuk mahasiswa teknik pertanian seperti saya.
eddy said
Bakterinya nyari dmn bos……
maafff enagk tahu…. nehmohon pencerahanya….
makasih
Faishal said
Saya punya Ragi Kompos, hanya 18.000/botol isi 500 gram
Ardy Prasetyo said
bagi yang mau cari bakteri, dapat anda beli pada toko-toko penjual bunga atau toko bahan bahan kimia bilang aja mau beli bakteri buat pupuk
abee said
mas Pras , klo untuk membedakan jenis bakteri yg bgs itu gmn ya atau semua jenis bakteti sama aja ?? mas apakah penggunaan bakteri yang lebih banyak dari komposisi itu semakin bagus ga ? thanx b4 “Bgreenjo”
strategi Bisnis said
artikel yang mantap,…bisa dijadikan laha bisnis nih…
thanks,…pak…
Petanigurem said
Pupuk organik cair sprti tsb diatas, bisa di aplikasikan ke tanaman prkbunan ga mas? Misalnya kbun sawit gitu..
ferdi a girsang said
mas ardi prasetyo
terimakasih saya baca artikel tentang cara membuat pupuk cair organik kira-kira jenis bakteri apa yang bisa kita paka ? apakah bisa dipakai EM 4. terimakasih
kiki kartiw said
saya sangat tertarik membuat pupuk cair sebagai pertanyaan bakteri apa yang di pakai dan dimana mencarinya
kiki kartiwa said
sejauh ini sudah di gunakan pada tanaman apasaja apa cocok dipakai di dalam hidroponik mohon pencerahanya
agung dewo said
kok gak ada jawaban dari comment yang masuk
yusuf sugiyono said
sip rek..tulis terus artikel buat petani..dmi kemajuan wong ndeso..q salut n bantu kita dlm memejukan taraf hiduf petani
Wong mikir said
Enzim emilase cocok untuk pertanian dan peternakan terutama lele. “Sedia bibit enzim konsentrat tinggi dan bisa di biakkan . “083830303603 MURAH….
Narendra said
Trims atas infonya
azzam amarullah said
apa air bakrteri itu dan darimana dapatnya ?
alief ardi said
salam utk semua rekan yg peduli pertanian organik. maaf sebelumnya saya ingin urun rembuk sebisa saya karena membaca koment yg masuk di blog ini.
1. bakteri yg dipakai anda bisa membeli EM4 di toko pertanian
2. jika ingin membuat bakteri/mikroorganisme sendiri caranya sangat mudah.kita bisa memanfaatkan bakteri positif yang buanyak sekali di sekitar kita. beberapa bahan yg mengandung bakteri/mikroorganisme positif yaitu : tempe, tape, yakult, nasi busuk, buah-buahan busuk atau rumen sapi. bakteri/mikroba yg ada di bahan tsb bisa kita biakkan sendiri. caranya anda bisa memakai cara diatas atau silakan kunjungi blog saya
3. kita bisa membuat mikroba dari kotoran ternak ruminansia, spt sapi, kambing, kelinci. ambil saja kotoran seember kemudian bungkus dalam karung kain/bekas wadah terigu kemudian rendam dalam air. udah deh, jadi bakteri utk keperluan starter kompos atau pupuk cair yg bisa menambah kandungan mikroba tanah atau mempercepat proses dekomposisi bahan organik.
maaf bila tidak memuaskan. oya, salam dari blog saya http://aliefardi.wordpress.com/ yg membahas seputar pertanian dan peternakan organik.
salam sukses semua. wassalam
sutiati s said
boleh tanya ga perbandingan nya brp liter air buat 1 liter bakteri ya?makasih
arief kurniawanto said
kurang jelas tentang cara pembuatan bakteri boz.itu paling penting.ada bakeri karena di produksi,apa media membuat bakteri?TQ
nuril asyhuri said
biar lebih power full dan efektif menggunakan jenis bakteri apa ya? apa ada yang juala? mhn info kalau ada penjual bakteri u pupuk organik
autolocksmith said
autolocksmith…
[...]CARA MEMBUAT PUPUK CAIR ORGANIK « CEL.XXIII.02.439[...]…
su'udin said
ma’af barang yang membuat artikel yang tidak mau menerangkan / menjelaskan dengan gamblang mengenai pembuatan bakterinya. aku ada pengalam sedikit…. dan bisa di coba klu anda ingin mencobanya. saya pekek bakeri yang sudah di jual bebas. dan mudah di cari di toko-toko pertanian. nama bakteri itu : EM 4. PRODUKSI SONGGO LANGIT. HARGA NYA MURAH SEKITAR 15.000 1L (botol). hub su’udin 085230392112 / YM.suudindin@yahoo.co.id / FB suudin mulyatani
TOTO said
thanks all…,mari kt slamatkan ibu pertiwi dg sistem organik,bg para pakar bg2 donk ilmunya, MERDEKA……………!!!!
SD Negeri Patuanan II said
sangat berguna sekali untuk pembelajaran mohon kiranya bisa mampir ke halaman homepage kami http://www.sdnpatuanan2.com kritik dan sarannya saya tunggu terima kasih
Lhina said
adah gk pupuk cair yang lain?